Mengenal Kayu MDF, Material Kayu Berkualitas Dengan Harga Murah

Furnitur berbahan kayu memang cukup umum ditemui dan masih menjadi salah satu material paling favorit. Salah satu material kayu olahan yang paling sering ditemui adalah kayu MDF. Lalu apa sih kayu MDF itu? Cek pembahasannya di bawah ya!

kayu mdf jenis material kayu yang berkualitas dengan harga murah
Source: Pinterest

Kayu adalah salah satu bahan baku material yang sering digunakan, baik itu untuk konstruksi maupun sebagai bahan pembuatan furnitur. Sifatnya yang kuat dan cocok untuk digunakan pada setiap gaya desain interior membuatnya menjadi primadona material yang tak lekang oleh waktu. Namun kayu utuh saat ini memiliki harga yang sangat mahal sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan kayu olahan seperti plywood, particle board, blockboard, dan MDF.


Salah satu kayu olahan yang paling umum ditemui sebagai bahan furnitur adalah kayu MDF. Lalu apa sih kayu MDF itu? Apakah kayu jenis ini memiliki kualitas dan kekuatan yang baik untuk dijadikan sebagai furnitur? Daripada kamu bingung dan terus bertanya-tanya langsung aja disimak pembahasan lebih detailnya tentang kayu MDF ini di bawah ya!


Apa Itu Kayu MDF?

pengertian kayu mdf dan asal mulanya
Source: Pinterest

MDF atau Medium Density Fibreboard adalah salah satu material dari bahan kayu yang sudah diolah menjadi material yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Kayu jenis ini dibuat dari sisa serpihan kayu yang dipress dan dipadatkan dengan mencampur beberapa bahan kimia di dalamnya. Bahan baku dari MDF tersebut membuat material ini menjadi lebih ringan sehingga cocok digunakan untuk furnitur yang sering dipindah-pindahkan.


Pada mulanya kayu MDF berasal dari Amerika Serikat, ditemukan oleh pria bernama William Mason pada tahun 1925. Saat itu William ingin mencari cara untuk memanfaatkan sisa serutan dan serpihan kayu dari sebuah pabrik besar. William mencoba memadatkan serutan dan serpihan kayu tersebut menggunakan mesin, namun William lupa mematikan mesin tersebut sehingga terbentuklah papan kayu padat dari serutan dan serpihan kayu yang sudah terkompres. Kayu MDF mulai diproduksi secara massal di Amerika pada tahun 1980an.


Proses Pembuatan Kayu MDF

proses pembuatan kayu mdf
Source: Global Wood Market Info

Proses pembuatan kayu MDF melalui beberapa tahapan yang cukup panjang dan rumit. Bahan kayu yang sudah terpotong dan berukuran kecil akan dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dibersihkan. Pembersihan pun dilakukan dengan cara yang cukup rumit, karena harus memisahkan material lainnya yang tercampur di dalam bahan baku seperti logam, kaca, dan kertas.


Setelah itu, bahan baku diproses dengan menggunakan mesin khusus bernama defibrating. Mesin ini akan membuat bahan baku berubah menjadi seperti bubur kertas. Jika teksturnya sudah sesuai dengan standar, bubur kertas ini akan dicampur dengan bahan kimia seperti resin dan lilin kemudian masuk ke dalam proses pressing. Setelah itu jadilah papan kayu MDF dengan ukuran standar internasional yaitu 122 x 244 cm.


Kelebihan Kayu MDF

kelebihan kayu jenis mdf
Source: Family Handyman

Material MDF memiliki beberapa kelebihan dibandingkan material kayu olahan lainnya. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ya


1. Harganya lebih murah


Karena terbuat dari sisa potongan dan serpihan kayu yang sudah tidak terpakai, harga dari material kayu MDF tentu jauh lebih murah dibanding kayu utuh. Meskipun begitu material ini memiliki kualitas yang cukup baik dan kokoh untuk dijadikan sebagai bahan baku furnitur.


2. Mudah untuk dipotong dan dibentuk


Kayu jenis ini lebih mudah dipotong dibandingkan kayu yang masih utuh. Hal tersebut karena tingkat kekerasan dari kayu ini jauh lebih lunak, kamu pun bisa lebih mudah untuk membentuknya sesuai dengan keinginan.


3. Fungsi yang serbaguna


Ada banyak furnitur saat ini yang memanfaatkan material kayu MDF seperti meja, kursi, dan lemari. Namun selain furnitur, kayu MDF juga bisa digunakan sebagai bagian dari bangunan di rumah kamu serta untuk kerajinan tangan.


4. Tidak mudah patah dan bengkok


Karena kepadatan dari kayu MDF yang berada di level medium, membuat kayu ini tidak mudah patah dan bengkok. Jika dibandingkan kayu olahan fibreboard lainnya seperti LDF (Low Density Fibreboard) dan HDF (High Density Fibreboard) tentu kayu MDF jauh lebih baik.


Kelemahan Kayu MDF

kelemahan kayu olahan jenis mdf
Source: Family Handyman

Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini, begitu pun dengan kayu jenis MDF. Meskipun memiliki banyak keleihan, kayu MDF juga memiliki kelemahannya tersendiri. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah!


1. Mudah menyerap air


Sama seperti material kayu olahan lainnya, kayu MDF juga mudah menyerap air yang ada di sekitarnya. Jadi sebaiknya kamu menempatkan furnitur dengan material ini jauh dari tempat yang basah ataupun lembap. Karena jika sudah terkena air, material ini akan cepat rusak karena lapuk dan berjamur.


2. Sulit untuk dipaku atau disekrup


Tingkat kepadatan yang jauh lebih rendah dibandingkan kayu utuh membuat material jenis ini lebih sulit untuk dipaku maupun disekrup. Jika kamu memaksa untuk mencoba memaku atau memasang sekrup di kayu MDF, serpihan kayu di dalamnya akan terlepas dan paku / sekrup menjadi longgar. Kualitas dari kayu MDF pun akan berkurang karena kepadatannya kembali berkurang.


3. Tidak memiliki motif alami kayu


Bagi kamu yang ingin memiliki ruangan bergaya tradisional atau klasik yang membutuhkan pola alami dari kayu, penggunaan material kayu MDF jelas kurang cocok. Karena kayu jenis ini sudah melewati proses yang panjang sehingga tidak ada lagi motif khas kayu yang tersisa dari material kayu MDF. Sehingga nilai estetika dari kayu jenis ini tidak begitu bagus.


Tips Penggunaan Kayu MDF

tips penggunaan furnitur dari bahan mdf
Source: Archiproducts

Saat ingin membeli furnitur dari bahan kayu MDF, sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali beberapa faktor penting seperti penempatan dan penggunaannya. Karena seperti yang sudah disebutkan di atas, tipe kayu MDF mudah rusak jika terkena air dan kelembapan yang tinggi. Jadi sebaiknya kamu menjauhkan furnitur dengan bahan ini dari sumber air. Jika kamu tetap ingin menggunakannya pastikan untuk menutup atau melapisi furnitur dengan bahan tahan air seperti alumunium foil atau plastik.


Sebagai contoh kamu ingin menggunakan kitchen set dari kayu MDF di dapur kamu. Karena dapur merupakan ruangan yang mudah terkena air, kamu bisa melapisi kitchen set dengan alumunium foil atau mengecat kembali kitchen set kamu. Selalu siap sedia untuk menambal lapisan yang rusak juga merupakan salah satu cara untuk membuat kitchen set di dapur kamu tidak mudah rusak.


Nah itulah penjelasan singkat mengenai kayu MDF yang bisa kamu jadikan sebagai informasi tambahan saat ingin memilih material kayu. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat untuk kamu ya, jangan lupa share ke teman dan keluarga kamu. Share is care guys, sampai jumpa di next artikel.


Sebelum ditutup, Homeplan mau ngasih tau nih, sekarang aplikasi Homeplan sudah tersedia di Play Store dan App Store loh. Yuk download sekarang untuk membantu kamu dalam mencari inspirasi desain rumah yang tepat.

Artikel terbaru

Kategori lainnya