10 Jenis Pondasi Rumah Yang Wajib Kamu Tahu Saat Bangun Rumah

Pondasi yang kuat dapat membuat rumah menjadi kokoh dan tahan lama. Oleh karena itu bagian ini menjadi bagian utama yang harus dipertimbangkan saat ingin membangun rumah. Nah lalu apa saja sih jenis pondasi yang cocok untuk membangun rumah kamu? Simak bahasannya di artikel berikut ya!

jenis pondasi yang biasanya digunakan dalam pembangunan rumah
Photo by Zac Gudakov

Pondasi rumah adalah bagian konstruksi rumah yang paling utama untuk dipertimbangkan karena berfungsi sebagai penahan beban dari rumah tersebut dan segala isinya. Karena perannya tersebut lah bagian konstruksi ini benar-benar harus diperhatikan dan diperhitungkan dengan baik. Pondasi bangunan yang baik tentu akan membuat rumah menjadi lebih kokoh dan tahan terhadap bencana alam seperti gempa bumi.


Karena vitalnya bagian ini, kamu harus tahu apa saja jenis pondasi yang biasa digunakan sebagai konstruksi pada rumah. Nah pada dasarnya pondasi rumah dibagi menjadi 2 jenis yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Kemudian kedua jenis pondasi ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa sajakah jenis-jenis pondasi tersebut? Berikut Homeplan akan menjelaskannya secara singkat khusus untuk kamu ya!


Jenis Pondasi Dangkal


Sesuai dengan namanya, pondasi dangkal biasanya dibuat dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam. Nah berikut beberapa pondasi dangkal yang umum ditemui dalam membangun rumah!


1. Pondasi Rumah Tapak

pondasi dangkal jenis tapak yang umum digunakan pada rumah
Source: pengadaan.web.id

Yang pertama adalah pondasi rumah tapak atau banyak yang menyebutnya pondasi cakar ayam. Pondasi tapak sebenarnya sangat berbeda dengan pondasi cakar ayam namun karena sudah terlalu banyak orang yang menyalahartikan pondasi tapak maka nama yang umum digunakan adalah pondasi cakar ayam.


Pondasi jenis ini sangat cocok untuk digunakan pada bangunan yang berdiri di atas tanah lembek. Karena pondasi ini harus menggali tanah sampai ke tanah keras sehingga struktur bangunan pun lebih stabil. Pondasi ini pun jauh lebih murah dibanding jenis pondasi lainnya dan cocok digunakan sebagai pondasi rumah bertingkat.


2. Pondasi Rumah Pelat Beton Lajur

pondasi dangkal jenis pelat beton lajur yang umum digunakan pada rumah
Source: Dekoruma

Pondasi pelat beton lajur, mirip seperti pondasi tapak, namun penampangnya dipisah karena biasanya pelat setempat terlalu lebar. Penampang tersebut pun dipisahkan dengan lajur memanjang sekaligus untuk menjaganya agar tidak terlalu melebar.


Pondasi jenis ini juga tergolong murah namun kuat terhadap beban vertikal maupun horizontal. Bagi kamu yang ingin membangun rumah bertingkat, pondasi jenis ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai pilihan.


3. Pondasi Rumah Tikar

pondasi dangkal jenis tikar yang umum digunakan pada rumah tinggal
Source: teknikece.com

Kemudian ada pondasi rumah tikar yang strukturnya memang terlihat seperti tikar yang dibentangkan. Pondasi jenis ini biasanya khusus digunakan untuk menyebarkan beban dari struktur atas area yang lebih luas. Penggunaan pondasi jenis ini dapat digunakan pada kondisi beban kolom atau beban struktural yang saling berinteraksi dan berdekatan dengan pondasi.


Pondasi jenis ini sangat cocok sebagai pondasi rumah yang berdiri di atas tanah lunak ataupun tanah yang berpotensi mengalami penurunan pada bagian tertentu. Dengan pondasi ini, struktur akan menahan penurunan tersebut dengan baik sehingga rumah tetap dapat berdiri dengan kokoh. Sayangnya jika kamu ingin menggunakan pondasi jenis ini, maka biaya yang kamu keluarkan pun tidak bisa sedikit karena biaya yang dikeluarkan untuk besi dan beton begitu banyak.


4. Pondasi Rumah Sumuran

pondasi dangkal jenis sumuran yang umum digunakan pada pondasi rumah
Photo by: rumah123.com

Pondasi rumah sumuran dibuat dengan menggali tanah hingga mencapai kedalaman 8 meter yang mirip seperti sumur dengan diameter 60-80 cm. Bahan pembuat pondasi jenis ini adalah batu belah dan beton yang dicampurkan kemudian dimasukkan ke dalam bagian tanah yang seperti sumur yang sudah dibuat bersama dengan besi beton.


Salah satu keunggulan dari pondasi jenis ini adalah mampu menahan beban bangunan yang begitu besar dengan sangat baik. Karena pondasi ini sebenarnya adalah pondasi yang dibuat untuk mengakali jika tidak adanya tiang pancang di daerah tersebut. Namun sayangnya pondasi jenis ini tidak begitu cocok digunakan pada tanah yang berlumpur dan sulitnya melakukan penggalian jika tanahnya keras.